SIAPA DAN DI MANAKAH THAIFAH MANSHURAH
Mengklaim sebagai kelompok selamat.
ูููููููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
(ููุง ุชูุฒูุงูู ุทูุงุฆูููุฉู ู
ููู ุฃูู
ููุชูู ุธูุงููุฑูููู ุนูููู ุงููุญูููู ููุง ููุถูุฑููููู
ู ู
ููู ุฎูุฐูููููู
ู ุญูุชููู ููุฃูุชููู ุฃูู
ูุฑู ุงูููููู ููููู
ู ููุฐููููู(
ููุฃูู
ููุง ููุฐููู ุงูุทููุงุฆูููุฉู ููููุงูู ุงููุจูุฎูุงุฑูููู ููู
ู ุฃููููู ุงููุนูููู
ู ููููุงูู ุฃูุญูู
ูุฏู ุจููู ุญูููุจููู ุฅููู ููู
ู ููููููููุง ุฃููููู ุงููุญูุฏููุซู ููููุง ุฃูุฏูุฑูู ู
ููู ููู
ู ููุงูู ุงููููุงุถูู ุนูููุงุถู ุฅููููู
ูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุฃูุญูู
ูุฏู ุฃููููู ุงูุณูููููุฉู ููุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ููู
ููู ููุนูุชูููุฏู ู
ูุฐูููุจู ุฃููููู ุงููุญูุฏููุซู ููููุชู ููููุญูุชูู
ููู ุฃูููู ููุฐููู ุงูุทููุงุฆูููุฉู ู
ูููุฑููููุฉู ุจููููู ุฃูููููุงุนู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ู
ูููููู
ู ุดูุฌูุนูุงูู ู
ูููุงุชูููููู ููู
ูููููู
ู ููููููุงุกู ููู
ูููููู
ู ู
ูุญูุฏููุซูููู ููู
ูููููู
ู ุฒููููุงุฏู ููุขู
ูุฑูููู ุจูุงููู
ูุนูุฑูููู ููููุงููููู ุนููู ุงููู
ูููููุฑู ููู
ูููููู
ู ุฃููููู ุฃูููููุงุนู ุฃูุฎูุฑูู ู
ููู ุงููุฎูููุฑู ููููุง ููููุฒูู
ู ุฃููู ููููููููุง ู
ูุฌูุชูู
ูุนูููู ุจููู ููุฏู ูููููููููู ู
ูุชูููุฑููููููู ููู ุฃูููุทูุงุฑู ุงููุฃูุฑูุถู ุดุฑุญ ุงููููู ุนูู ู
ุณูู
(13/ 65)
Sabda Nabi Muammad SAW: โSelalu ada dari umatku sekelompok orang yang senantiasa berada di atas kebenaran. Tidak dapat mencelakai mereka orang yang menghinanya hingga datang mereka perkara Allah sedangkan mereka tetap dalam kondisi kondisi seperti itu.โ
Kelompok ini, menurut al-Bukhari adalah ulama. Ahmad bin Hanbal mengatakan, โJika mereka (yang dimaksud dengan kelompok itu bukan ahli hadits, maka aku tidak tahu siapa lagi mereka.โ Al-Qadhi Iyadh mengatakan, โYang dimaksud oleh Ahmad (bin Hanbal) adalah Ahlussunnah Wal-Jamaโah dan siapapun yang meyakini madzhab Ahli hadits.โ Aku (an-Nawawi) mengatakan, โTerdapat potensi bahwa kelompok ini berpencar di antara kaum mukiminin. Termasuk mereka adalah para pemberani pejuang. Di antara mereka adalah para ahli fikih, ahli hadits, orang-orang zuhud, orang-orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran (amar maโruf nahyi munkar). Di antara mereka ada pelaku kebaikan lainnya. Kelompok ini (yang dimaksud dalam hadits Nabi) tidak harus berkumpul (di satu tempat), namun mereka terkadang terpencar di berbagai belahan bumi).โ
ููุงูู ุฃูุญูู
ูุฏู ุจููู ุญูููุจููู ู
ูุง ุฒูููููุง ููููุนููู ุฃููููู ุงูุฑููุฃููู ููููููุนูููููููููุง ุญูุชููู ุฌูุงุกู ุงูุดููุงููุนูููู ููู
ูุฒุฌู ุจูููููููุง ููุฑูููุฏู ุฃูููููู ุชูู
ูุณูููู ุจูุตูุญูููุญู ุงูุขุซูุงุฑู ููุงุณูุชูุนูู
ูููููุงุ ุซูู
ูู ุฃูุฑูุงููู
ู ุฃูููู ู
ููู ุงูุฑููุฃููู ู
ูุง ููุญูุชูุงุฌู ุฅููููููู ููุชูููุจูููู ุฃูุญูููุงู
ู ุงูุดููุฑูุนู ุนูููููููุ ููุฃูููููู ููููุงุณู ุนูููู ุฃูุตูููููููุง ููู
ูููุชูุฒูุนู ู
ูููููุง. ููุฃูุฑูุงููู
ู ูููููููููุฉู ุงููุชูุฒูุงุนูููุงุ ููุงูุชููุนูููููู ุจูุนูููููููุง ููุชูููุจูููููุงุชูููุง.
โImam Ahmad bin Hanbal mengatakan, โKami terus mengecam Ahli Raโyi, sementara merekapun terus mengecam kami, hingga datanglah al-Syafiโi. Ia mencairkan polemik di antara kami.โ Maksud Imam Ahmad bahwa al-Syafiโi berpegang teguh dan menggunakan atsar-atsar yang shahih. โAku melihat, di antara pendapat atau raโyu itu ada yang dibutuhkan dan menjadi pijakan hukum-hukum syariโat. Selain itu, rakโyu merupakan analogi hukum (qiyas) atas dalil dan diambil dari dalil. Saya juga tahu bagaimana cara pengambilan itu, ikatannya dengan illat dan batasan-batasannya.โ
Al-Qadhi โIyadh, Tartib al-Madarik wa Taqrib al-Masalik (Maroko: Fadhalah al-Muhammadiah, 1983), Vol 1, hal. 91.
Tidak boleh mengklaim kelompoknya yang paling selamat.
Kelompok selamat adalah yang disebutkan oleh para ulama tersebut
Berdasarkan peran moderat yang dikembangkan oleh al-Imam al-Syafiโi ini, antar kelompok yang berpolemik dapat saling memahami posisi dan sikap kelompok lain. Al-Qadhi โIyadh menuturkan:
ููุนูููู
ู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงูุญูุฏูููุซู ุฃูููู ุตูุญูููุญู ุงูุฑููุฃููู ููุฑูุนู ุงูุฃูุตูููุ ููุนูููู
ู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงูุฑููุฃููู ุฃูููููู ูุงู ููุฑูุนู ุฅููุงูู ุจูุนูุฏู ุงูุฃูุตูููุ ููุฃูููููู ููุง ุบูููู ุนููู ุชูููุฏูููู
ู ุงูุณูููููู ููุตูุญูููุญู ุงูุขุซุงูุฑู ุฃูููููุงู.
โPara ulama ahli hadits akhirnya memahami bahwa pendapat atau raโyu yang shahih merupakan cabang dari dalil. Sebaliknya pula, para ulama Ahli Raโyi memahami bahwa tidak boleh ada cabang (raโyu) kecuali berpijak pada pokok (dalil), serta harus mendahulukan sunnah dan atsar-atsar shahih terlebih dulu.โ
Al-Qadhi โIyadh, Tartib al-Madarik wa Taqrib al-Masalik (Maroko: Fadhalah al-Muhammadiah, 1983), Vol 1, hal. 91.
๐๏ธ 3 dilihat
๐ฅ 3 pengunjung unik
โค๏ธ 0 suka
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!